DISCLAIMER

Blog ini adalah inisiatif dari beberapa orang yang berhimpun dalam Organisasi Kemasyarakatan yang bernama Garda Kedaulatan Indonesia (GKI) yang berkepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam melahirkan kepemimpinan nasional yang mampu mengemban amanah sebagaimana yang telah digariskan dalam UUD Tahun 1945 dan sekaligus mampu mengimplementasikannya. Melalui pengamatan dan pengkajian mendalam yang dilakukan oleh Garda Kedaulatan Indonesia atas sosok Tokoh Nasional DR. Rizal Ramli, baik itu menyangkut gagasan, konsep dan pemikiran ekonomi DR. Rizal Ramli dan kiprahnya selama menjabat sebagai Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur, maupun sebagai ekonom kelas dunia dengan ECONITnya. Garda Kedaulatan Indonesia menyimpulkan bahwa DR. Rizal Ramli adalah figur yang potensial dan memiliki intergritas untuk dicalonkan sebagai Presiden RI berikutnya. Berdasarkan pertimbangan inilah Garda Kedaulatan Indonesia mempersembahkan Blog ini kepada masyarakat Indonesia, dengan tujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal pemikiran, gagasan dan konsep dari seorang DR. Rizal Ramli yang selanjutnya diharapkan masyarakat Indonesia memiliki visi yang sama dengan Garda Kedaulatan Indonesia untuk mendukung dan mencalonkan DR. Rizal Ramli sebagai calon Presiden RI berikutnya yang potensial untuk mendapat dukungan kita semua mayoritas rakyat pemilih Indonesia. Untuk diketahui blog ini tidak ada hubungannya atau diketahui oleh DR. Rizal Ramli, ini murni inisiatif dari Garda Kedaulatan Indonesia untuk mensosialisasikan sosok DR. Rizal Ramli sebagai figur yang paling potensial dan memiliki integritas menjadi Presiden Indonesia berikutnya, apabila blog ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, khususnya kepada DR. Rizal Ramli, maka Garda Kedaulatan Indonesia secara resmi akan menyampaikan dan memberitahukan kepada yang bersangkutan, dan sekaligus mendesak DR. Rizal Ramli agar bersedia dicalonkan sebagai Presiden Indonesia pada 2014 mendatang.

Kamis, 15 November 2012

Rizal Ramli: Hancurkan Distrust Agar Semangat Rakyat Bangkit Kembali



DR. Rizal Ramli
"Jika kita bisa melakukan hal-hal yang berarti sehingga membuang rasa saling tak percaya. Distrust (rasa tak percaya) dihancurkan, semangat rakyat bisa bangkit kembali" 

RMOL. Mantan Menteri Perekonomian DR Rizal Ramli menilai kunci persoalan bangsa yang jalan ditempat mesti dituntaskan dengan mengembalikan rasa saling percaya dan melaksanakan Pancasila sebagai idiologi.
"Jika kita bisa melakukan hal-hal yang berarti sehingga membuang rasa saling tak percaya. Distrust (rasa tak percaya) dihancurkan, semangat rakyat bisa bangkit kembali," kata Rizal yang berbicara dalam sarasehan bertema "Kerukunan Umat Beragama Indonesia dari Sulawesi Utara untuk Nusantara di Menado," Sabtu (27/10).
Dia menambahkan, ketika Sumpah Pemuda dikumandangkan pada 28 Oktober tahun 1928 tidak pernah ada sekat-sekat agama dan antarsuku. Namun, setelah 84 tahun kemudian terjadi gejala pengkotak-kotakan komunitas masyarakat.
Hal ini, lanjut Rizal Ramli, terjadi karena masyarakat terutama mereka yang berada di lapisan bawah hidup dalam kemiskinan dan pengangguran.
"Kita ini merupakan negeri kaya raya, tapi mengapa terjadi kemiskinan karena terjadi  kesenjangan diantara elemen masyarakat yang menyebabkan  masyarakat gampang dibuat tersekat-sekat," terangnya.
Dijelaskannya, apa yang terjadi itu karena kesalahan penjabaran terhadap berbagai perundangan dan regulasi yang ditelurkan.
"Kita tidak lagi berpegang pada idiologi Pancasila yang sudah menjadi dongeng dan mitos," imbuhnya.
Selain itu, berbagai ketimpangan terjadi akibat  kepemimpinan yang  lembek tidak memiliki kekuatan melakukan berbagai hal yang seharusnya  dilaksanakan.
Meski begitu, Rizal menambahkan, harapan bagi bangsa masih ada, keluar dari situasi yang berjalan ditempat.
"Jika kita bisa melakukan hal hal yang berarti sehingga membuang rasa saling tak percaya di masyarakat," katanya.
Acara yang digelar DPW Garda Pemuda Nasdem Sulut itu, menghadirkan juga pembicara dari berbagai tokoh lintas agama dan profesi seperti, Azyumardi Azzra, Frans Magnis Suseno, Sri Edi Swasono, Ferry Tinggogoy, Beni Sutrisno, Roch Basuki Mangunprodjo, Hendrik Luntungan Kawilarang, Musda Mulia. Acara diisi juga pernyataan sikap dan ikrar para pemuda lintas komunitas se Sulawesi Utara. [dem]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar