![]() |
| DR. Rizal Ramli |
''Rizal Ramli adalah pelayan rakyat, dan di masa mudanya ia berani melawan kezaliman. Dialah anak yatim piatu yang selalu mendorong rakyat jelata untuk sekolah dan tak putus asa di zaman edan kapitalisme sekarang,'' kata seorang tukang ojek dan mahasiswa yang mengenalnya di sekitar kampus Universitas Paramadina dan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Rizal Ramli doyan keliling kampus untuk berdialog dengan mahasiswa. Tapi ia lebih suka turun ke bawah menemui kaum papa, dhuafa dan korban-korban kehidupan.
Ya, anak yatim piatu yang berhasil meneruskan kuliah ke ITB dan meraih PhD dari Boston University, AS itu bernama Dr Rizal Ramli. Kini Rizal Ramli lebih suka dan lebih tepat disebut sebagai sang pelayan rakyat. Namanya tidak masuk polling-poling survei di Indonesia, namun dedikasi dan komitmennya sebagai pelayan rakyat yang miskin, kehilangan harapan dan kebingungan akan hari depan, sangat kuat. Keberanian dan kesabarannya sungguh luar biasa. Ia bersahabat dengan SBY sebelum menjadi presiden , namun ketika SBY menjadi presiden dan diingatkannya, malah ia ditendang begitu saja. Ia pun bergerak di jalanan dengan komunitas agama dan minoritas serta kaum papa.
Rizal Ramli lahir sebagai anak rakyat biasa dan karena yatim piatu, maka ia harus bekerja dulu setamat SLTA untuk mencari biaya bagi kuliahnya di Departemen Fisika ITB. Setelah demonstrasi-demonstrasi yang panjang di ITB tahun 1977/78 dan dipenjara Orde Baru, Rizal bertolak belajar ke Boston University,AS hingga meraih gelar Doktor (PhD) bidang Ilmu Ekonomi. Kini anak yatim piatu itu bertekad menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, dialah pelayan rakyat yang sejati, yang tidak mendapat tempati di survei-survei lembaga polling atau jajak pendapat. Tapi ia tidak putus asa dan bersama kaum muda dan mahasiswa, terus bergerak melayani rakyat untuk menyelamatkan Indonesia.
Baru saja kembali dari Amerika Serikat dimana ia diundang untuk berbicara di berbagai forum di Harvard Club sampai PBB New York, langsung saja ia berkumpul dengan anak-anak muda, termasuk wartawan, aktivis, buruh dan berdialog bebas. Rizal Ramli selama dua minggu di AS selalu bertanya pada anak-anak muda: bagaimana kondisi rakyat kita dan apa kegelisahan mereka? Siapa yang sanggup memecahkan masalah ekonomi bangsa? Sampai kapan ketidakadilan dibiarkan di negeri kita? Sampai kapan rakyat miskin kehilangan harapan? Apakah SBY masih mau mendengar suara kita yang lemah?
Komitmen dan dedikasinya membuat berbagai kalangan dari Sabang sampai Merauke simpati dan menaruh kepercayaan kuat kepadanya.'Masyarakat menghargai Rizal Ramli karena ikhlas sebagai pelayan rakyat, bukan sekedar pemimpin atau sekedar presiden seperti para kandidat lain.
Namanya tenggelam karena tidak ada jajak pendapat dari berbagai lembaga survei yang mau memasukkan namanya, dan sebagai pelayan rakyat, kini ia bersiap melayani rakyat dengan melawat dan berdialog ke berbagai daerah untuk mendengarkan langsung suara rakyat bawah, termasuk mahasiswa.
Bangsa kita kini yatim piatu, tak ada pemimpin, bolehlah dipimpin anak yatim piatu seperti Rizal Ramli yang menjiwai derita bangsanya dengan sepenuh hati. Rizal Ramli adalah sosok yang kredibel dan sanggup melayani rakyat, meski tidak diberi tempat di lembaga-lembaga survei dan polling negeri ini. ''Saya melihat Rizal Ramli sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia ke depan, selayaknya rakyat mempertimbangkannya pada pilpres mendatang,'' kata Prof Jeffrey Winters dari Northwestern University, AS. [guh]
Tulisan ini diterbitkan pertama kali oleh www.rimanews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar