| DR. RIZAL RAMLI |
SURABAYA-Cita-cita Bung Karno tentang Trisakti : Kedaulatan dalam bidang Politik, Ekonomi dan Budaya sangat relevan dgn kondisi hari ini. Tanpa kedaulatan, negara sangat rentan dan bergantung pada negara lain, tidak mungkin jadi negara kuat dan makmur. Demikian pokok ceramah mantan menko ekuin Dr Rizal Ramli di hadapan mahasiswa dan BEM Universitas Airlangga Surabaya, kemarin.
Menurut tokoh nasional itu,Trisakti juga relevan sebagai cara untuk menarik manfaat se-besar2nya dari globalisasi dan hubungan internasional.
''Dalam bidang kebudayaan, sastra, seni, drama dan musik, Indonesia unggul di ASEAN. Walaupun kebanggaan terhadap budaya sendiri tidak sekuat di Jepang, Korea & Cina,'' kata mantan demonstran ITB yang meraih PhD ilmu ekonomi di Boston University ,AS ini.
''Dalam bidang politik, kita belum sepenuhnya berdaulat. Politik luar negeri Indonesia sering hanya mengekor negara2 adidaya, dan tidak all out memperjuangkan kepentingan nasional dan rakyat Indonesia,'' imbuh Rizal Ramli (RR)..
Menurutnya, kedaulatan dalam bidang ekonomi paling parah. Ada 25 UU dan kebijakan ekonomi neoliberal yang dipesan oleh asing, ditukar dgn pinjaman. Kebijakan ekonomi neoliberal tsb adalah pintu masuk neokolonialisme, hal yg dilawan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.
Rizal mengingatkan, Pancasila yang hebat dan UUD'45 yang ideal hanya jadi mantra-mantra pidato, tidak ada hubungannya dengan realitas. Ada "missing link" karena 25 UU neoliberal tsb, yg ditukar dgn pinjaman asing, justru bertentangan dgn Pansila dan UUD'45.
''"Missing Link" itulah yg menjelaskan adanya gap yang sangat besar antara cita2 ideal Pancasila & UUD'45 dengan realitas kemiskinan dan ketidakberdayaan mayoritas bangsa kita,'' tegas RR yang akrab dipanggil Gus Ramli di kalangan nahdliyin itu.(G)
Menurutnya, selain perubahan kepemimpinan nasional yg inlander dan tidak tegas, perjuangan menegakkan kedaulatan sangat penting, spt penghapusan UU yg bertentangan dgn Pancasila dan UUD'45.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar