DISCLAIMER

Blog ini adalah inisiatif dari beberapa orang yang berhimpun dalam Organisasi Kemasyarakatan yang bernama Garda Kedaulatan Indonesia (GKI) yang berkepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam melahirkan kepemimpinan nasional yang mampu mengemban amanah sebagaimana yang telah digariskan dalam UUD Tahun 1945 dan sekaligus mampu mengimplementasikannya. Melalui pengamatan dan pengkajian mendalam yang dilakukan oleh Garda Kedaulatan Indonesia atas sosok Tokoh Nasional DR. Rizal Ramli, baik itu menyangkut gagasan, konsep dan pemikiran ekonomi DR. Rizal Ramli dan kiprahnya selama menjabat sebagai Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur, maupun sebagai ekonom kelas dunia dengan ECONITnya. Garda Kedaulatan Indonesia menyimpulkan bahwa DR. Rizal Ramli adalah figur yang potensial dan memiliki intergritas untuk dicalonkan sebagai Presiden RI berikutnya. Berdasarkan pertimbangan inilah Garda Kedaulatan Indonesia mempersembahkan Blog ini kepada masyarakat Indonesia, dengan tujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal pemikiran, gagasan dan konsep dari seorang DR. Rizal Ramli yang selanjutnya diharapkan masyarakat Indonesia memiliki visi yang sama dengan Garda Kedaulatan Indonesia untuk mendukung dan mencalonkan DR. Rizal Ramli sebagai calon Presiden RI berikutnya yang potensial untuk mendapat dukungan kita semua mayoritas rakyat pemilih Indonesia. Untuk diketahui blog ini tidak ada hubungannya atau diketahui oleh DR. Rizal Ramli, ini murni inisiatif dari Garda Kedaulatan Indonesia untuk mensosialisasikan sosok DR. Rizal Ramli sebagai figur yang paling potensial dan memiliki integritas menjadi Presiden Indonesia berikutnya, apabila blog ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, khususnya kepada DR. Rizal Ramli, maka Garda Kedaulatan Indonesia secara resmi akan menyampaikan dan memberitahukan kepada yang bersangkutan, dan sekaligus mendesak DR. Rizal Ramli agar bersedia dicalonkan sebagai Presiden Indonesia pada 2014 mendatang.

Kamis, 23 Agustus 2012

Rizal Ramli: Insya Allah Saya Siap (Jadi Presiden)

Mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. 

Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Penyatuan Komitmen Bersama dan Silaturrahmi Putra-putri Bone, Rabu (22/8), di Desa Kajuara, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjawab tantangan sekaligus permintaan tokoh muda dan masyarakat Bone agar tidak ragu mencalonkan diri pada Pilpres mendatang. 

"Insya Allah, kalau rakyat Bone mendukung, kalau rakyat Indonesia mendukung saya siap," tegas dia.

Acara Penyatuan Komitmen Bersama dan Silaturrahmi Putra-putri Bone sendiri digelar oleh tokoh muda dan masyarakat Bone. Kurang lebih 2000 warga hadir dalam acara yang juga dihadiri oleh politisi vokal Permadi, pejabat pemerintah daerah Kabupaten Bone dan Provinsi Sulawesi Selatan, serta beberapa calon bupati Bone. Sementara Jusuf Kalla membatalkan janji untuk hadir beberapa jam sebelum acara dilangsungkan dengan alasan sibuk. 

Dia katakan, hal paling mendasar yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang tegas dan membela rakyatnya dengan sunguh-sungguh. Bukan yang pro asing seperti yang selama ini terjadi.

"Presiden itu harus tegas dan berani," tegas dia lagi.

Dalam kesempatan ini Rizal Ramli sempat menyampaikan beberapa pandanganya tentang cara membangun bangsa dan negara. Hal itu disampikan dia lagi-lagi untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari tokoh muda dan masyarakat Bone yang mempertanyakan cara memajukan Bone pada khusunya, memajukan bangsa dan negara pada umumnya.

Menurutnya, yang penting dilakukan adalah membangun infrastruktur transportasi yang baik agar jarak antar daerah bisa diperpendek. Sehingga akses masyarakat dan mobilitas ekonomi juga berjalan dengan baik. 

"Kalau saya jadi presiden, saya akan bangun jalan kereta api di sepanjang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua," urainya. 

Dari mana uangnya? Menurut dia bukanlah masalah. Uang bisa diambil dari hasil penghematan belanja pembangunan yang jumlahnya 400 triliun, bukan dari mengutang. 

"Sebagian besar dari belanja pembangunan saat ini digunakan untuk membeli mobil pejabat, mobil dinas untuk pejabat dan gedung kantor untuk pejabat. Kalau saya jadi presiden, saya katakan pemerintah tidak boleh lagi membeli mobil baru selama lima tahun. Tidak boleh lagi membeli kantor dan rumah dinas baru. Kalau perlu cukup sewa saja karena biayanya lebih murah. Kalau ada mobil dinas, biaya perawatannya sama dengan harga dua mobil. Dengan sewa, paling cuma menghabiskan 75 triliun sehingga ada uang sisa 325 triliun. Untuk membangun kereta api di Sumatera hanya butuh 20 triliun, untuk bangun kereta api di Sulawesi hanya butuh 20 triliun. Jadi uang untuk membangunnya ada, tanpa perlu meminjam ke asing," tandas dia. 

"Di China tiap tahun dibangun jalan sepanjang 10 ribu KM. SBY tahun 2004 berjanji akan membangun tol Anyer-Banyuwangi sepanjang 1300 KM dan bisa selesai tahun 2009. Tapi buktinya sampai 2012 yang selesai dibangun hanya 60 KM. Hanya 5 persennya saja," sebutnya.

Hal lainnya, urai Rizal Ramli, dirinya juga akan menghentikan kebiasaan buruk pemerintah mengutang ke asing. Jepang bisa membangun negaranya dan maju seperti barat tanpa utang asing setelah hancur lebur pada perang dunia ke dua. 

"Tanah kita kaya, rakyat kita mau bekerja, tak ada alasan untuk tidak bisa bangkit," tandas dia.[dem]

Sumber: http://www.rmol.co/read/2012/08/22/75486/Rizal-Ramli:-Insya-Allah-Saya-Siap-(Jadi-Presiden)-

Rabu, 08 Agustus 2012

Deklarasi DR. Rizal Ramli Tipiskan Isu Jawa-Non Jawa

PILPRES 2014

Pendeklarasian mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli sebagai calon presiden alternatif dinilai sebagai sebuah kemajuan. Apalagi, dalam konteks demokrasi, pendeklarasian tersebut semakin menipiskan isu Jawa-non Jawa sebagai pakem dalam rekrutmen pimpinan nasional.

"Berbahaya kalau bangsa ini masih saja membangun demokrasi atas pemikiran jawa-non jawa. Demokrasi sehat tidak boleh dikaitkan dengan isu-isu kesukuan," ujar pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 8/8).

Seperti diketahui, Senin kemarin (6/8), Sudir Santoso, Ketua Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, organisasi kepala desa seluruh Indonesia, di Kudu, Nganjuk, Jawa Timur, mendeklarasikan DR. Rizal Ramli sebagai calon presiden alternatif pada pemilu 2014. Pengusungan itu didasarkan pada integritas dan kapabilitas yang dimiliki DR. Rizal Ramli, bukan karena isu primordialisme seperti yang dilakukan elit-elit politik lain.

Sebagai preferensi psikologis wajar saja seseorang memilih presidennya berdasarkan kesukuan. Tapi, tegas Asep, Demokrasi tidak menerima kalau kemudian isu-isu kesukuan seperti jawa dan non jawa dijadikan syarat mutlak dan formulasi dalam rekrutmen calon presiden.

"Jangan sampai wacana Pilpres hanya berhenti pada figur Jawa-non Jawa. Tidak bisa non jawa dianggap tidak lebih baik dari jawa," tandas dia.[dem]

Sumber: http://www.rmol.co/read/2012/08/08/74045/Deklarasi-DR.-Rizal-Ramli-Tipiskan-Isu-Jawa-Non-Jawa

BERSIH DARI DOSA KORUPSI, RIZAL RAMLI CAPRES KUAT 2014



Karena masyarakat sudah jenuh dengan figur-figur usang yang disuguhkan partai politik, wacana calon presiden alternatif terus bergulir. Masyarakat menyaring sendiri calon pemimpinnya.
Hasil survei dari Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan periode 20-30 Juni 2012, cukup mengejutkan. Hasil survei mengungkapkan, hingga kini belum ada calon presiden yang kuat secara elektoral.
Dan hingga kini pula belum ada capres yang memiliki tingkat elektabilitas di atas 20 persen sebagaimana dialami SBY dalam Pemilu 2009. Berdasarkan survei yang melibatkan 1.219 responden itu, publik yang belum menentukan pilihan mencapai 60 persen. Bisa dikatakan, jika Pilpres dilakukan hari itu maka angka Golput mencapai 60 persen.
Namun Capres alternatif mulai dielu-elukan. Sejumlah nama dengan berbagai latar belakang dijagokan untuk memuaskan dahaga kepercayaan rakyat pada para tokoh jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2014.
Belakangan ini, nama mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli, kembali diperbincangkan. Rizal Ramli disebut-sebut lantaran terkenal dengan idealisme dan integritasnya. Dia juga dianggap bersih dari dosa korupsi.
Hari ini, Ketua Umum Presidium Dewan Pemimpin Nasional (DPN) Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, Sudir Santoso di sela-sela silaturrahmi sekaligus konsolidasi kepala desa se Kabupaten Nganjuk, di Balai Desa Kudu, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur beberapa saat lalu (Senin, 6/8), mendeklarasikan dukungan kepada Rizal Ramli.
“Dengan berbagai ikhtiar, kita mendeklarasikan dan mendorong DR. Rizal Ramli menjadi capres alternatif,” tegasnya.
Menurut dia, calon-calon presiden yang dimunculkan partai politik saat ini sudah tidak layak. Selain pertimbangan sisi integritas, kapabilitas mereka untuk bisa mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat divonis sangat minim.
Sejauh ini, calon presiden yang sudah dideklarasikan oleh partai politik adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa (PAN), Prabowo Subianto (Gerindra), dan Aburizal Bakrie (Golkar). Ada pula nama Megawati Soekarnoputri (PDIP).
“Itu stok lama, barang reject. Rakyat harus diberi pilihan, jangan orang-orang itu saja,” imbau Sudir.
Sudir berjanji akan mengerahkan segala daya upayanya untuk terus mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan yang ada, terutama kekuatan masyarakat desa, dalam memperjuangkan DR. Rizal Ramli sebagai presiden mendatang. Kemampuan Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan, dinilai Sudir, masih lebih baik dibandingkan calon-calon yang saat ini sudah memasang foto, baliho dan spanduk-spanduk di jalanan.
“Sekarang ini zaman pencitraan. Orang desa tahu kok, tidak akan tertipu. Kalaupun tidak pintar tapi mereka teliti,” tegas dia.(red)