Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Pertama-tama, sebagai ummat beragama, marilah kita bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan banyak sekali karunia kepada kita semua. Dengan izin dan perkenanNya juga, kita bisa berkumpul di tempat ini untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Parade Nusantara yang kita cintai dan kita banggakan.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara saya merasa sangat bangga, bahwa ternyata organisasi yang dibangun betul-betul dari bawah sejak 11 tahun yang lalu, kini telah berkembang menjadi organisasi nasional yang besar dan disegani banyak kalangan. 11 tahun yang lalu pak Sudir mulai membangun jaringan Kepala Desa (Kades) di Pati, kemudian berkembang di seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur dan provinsi-provinsi lain. Parade Nusantara tidak dibentuk dengan instruksi dari atas. Parade Nusantara bukanlah organisasi jenggot yang hanya sibuk mencari cantolan ke atas. Parade Nusantara adalah organisasi yang benar-benar berakar dari rakyat desa, oleh rakyat desa dan untuk rakyat desa!
Hari ini Parade Nusantara adalah organisasi besar dengan lebih dari 90.000 anggota yang berasal di 71.000 desa di seleruh indonesa. Data yang ada menunjukkan 80% dari sekitar 237 juta rakyat Indonesia tinggal dan hidup di desa. Namun sayangnya nasib majoritas rakyat di desa-desa selama ini masih sangat memprihatinkan. Majoritas rakyat kita di desa-desa hidup bagaikan anak tiri Republik. Padahal, kebesaran dan kemajuan Indonesia hanya bisa terwujud jika dimulai dari peningkatan kemakmuran dan kemandirian desa-desa. Desa-desa di Indonesia yang makmur dan mandiri akan menjadi oase kemakmuran, kenyamanan dan kedamaian bangsa kita.
Dari waktu ke waktu, perhatian dan keberpihakan kepada rakyat Indonesia sangat jauh dari memadai. APBN kita yang tahun ini mencapai Rp 1.400 triliun hanya mengalokasikan Rp 17 triliun untuk 71 ribu desa. Alokasi itu hanya sekitar 1,2% dari total anggaran, menunjukkan rendahnya perhatian dan prioritas yang diberikan kepada rakyat di pedesaan. Padahal rakyat desa merupakan mayoritas dari bangsa Indonesia.
Pada titik ini, sebagai organisasi yang beranggotakan Kepala Desa dan perangkat desa, serta berakar di masyarakat desa, Parade Nusantara harus sungguh-sungguh berjuang mati-matian untuk menggolkan RUU Desa menjadi UU agar supaya rakyat di pedesaan bisa mandiri dan sejahtera. Kita menuntut alokasi anggaran ke desa paling tidak mencapai 10% dari total anggaran. Dengan alokasi dana itu, desa bisa membangun irigasi tersier, jalan dan jembatan desa, menyediakan sarana air bersih, membangun taman-taman desa, dsbnya.
Dengan cita-cta dan tujuan yang sangat besar dan mulia tersebut, maka Parade Nusantara perlu melakukan konsolidasi organisasi, terutama menyangkut penguatan dan penyebaran nilai-nilai perjuangan, sistem dan penataan organisasi. Semuanya itu harus dilandasi oleh semangat kebersamaan, semangat kesatuan dan persatuan. Konsolidasi tersebut harus dirumuskan dalam bentuk perbaikan AD-ART, penataan organisasi, dan penguatan kepengurusan dari tingkat nasional sampai desa-desa. Kita harus mengajak seluruh potensi desa, termasuk organiasi pemuda, petani, nelayan, dan PKK untuk terlibat secara aktif dalam Parade Nusantara.
Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya juga gembira sekali mendengar bahwa program komunikasi antar anggota Parade Nusantara yang dipelopori pak Sudir, dan difasilitasi oleh XL, telah diikuti 1.050.000 peserta. Dengan fasilitas ini, akan semakin mudah anggota Parade Nusantara untuk menjalin komunikasi, konsolidasi dan mempererat silaturahmi.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya, saya meminta agar Parade Nusantara memiliki program yang benar-benar konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di desa. Dalam setahun yang akan dating, Parade Nusantara dapat membantu menyelesaikan masalah nasional yang kita hadapi, yaitu peningkatan produksi pangan. Parade Nusantara akan memulai proyek-proyek percontohan peningkatan produksi pangan di sejumlah desa di seluruh indonesia. Kita akan fokus pada empat jenis pangan utama: yaitu padi, singkong, ubi jalar dan kedelai. Parade Nusantara harus mampu membuktikan bahwa produksi pangan bisa ditingkatkan. Dengan kerja keras dan kreativitas. kemakmuran rakyat kita bukanlah hanya impian.
Akhirnya saya ucapkan selamat Munas dan Rakernas. Semoga Munas dan Rakernas ini menghasilkan hal-hal yang bermanfaat untuk keberhasilan dan kejayaan organisasi yang kita cintai ini serta meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Jakarta, 29 Mei 2012
Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara
Dr. Rizal Ramli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar