DISCLAIMER

Blog ini adalah inisiatif dari beberapa orang yang berhimpun dalam Organisasi Kemasyarakatan yang bernama Garda Kedaulatan Indonesia (GKI) yang berkepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam melahirkan kepemimpinan nasional yang mampu mengemban amanah sebagaimana yang telah digariskan dalam UUD Tahun 1945 dan sekaligus mampu mengimplementasikannya. Melalui pengamatan dan pengkajian mendalam yang dilakukan oleh Garda Kedaulatan Indonesia atas sosok Tokoh Nasional DR. Rizal Ramli, baik itu menyangkut gagasan, konsep dan pemikiran ekonomi DR. Rizal Ramli dan kiprahnya selama menjabat sebagai Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur, maupun sebagai ekonom kelas dunia dengan ECONITnya. Garda Kedaulatan Indonesia menyimpulkan bahwa DR. Rizal Ramli adalah figur yang potensial dan memiliki intergritas untuk dicalonkan sebagai Presiden RI berikutnya. Berdasarkan pertimbangan inilah Garda Kedaulatan Indonesia mempersembahkan Blog ini kepada masyarakat Indonesia, dengan tujuan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mengenal pemikiran, gagasan dan konsep dari seorang DR. Rizal Ramli yang selanjutnya diharapkan masyarakat Indonesia memiliki visi yang sama dengan Garda Kedaulatan Indonesia untuk mendukung dan mencalonkan DR. Rizal Ramli sebagai calon Presiden RI berikutnya yang potensial untuk mendapat dukungan kita semua mayoritas rakyat pemilih Indonesia. Untuk diketahui blog ini tidak ada hubungannya atau diketahui oleh DR. Rizal Ramli, ini murni inisiatif dari Garda Kedaulatan Indonesia untuk mensosialisasikan sosok DR. Rizal Ramli sebagai figur yang paling potensial dan memiliki integritas menjadi Presiden Indonesia berikutnya, apabila blog ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, khususnya kepada DR. Rizal Ramli, maka Garda Kedaulatan Indonesia secara resmi akan menyampaikan dan memberitahukan kepada yang bersangkutan, dan sekaligus mendesak DR. Rizal Ramli agar bersedia dicalonkan sebagai Presiden Indonesia pada 2014 mendatang.

Rabu, 30 Mei 2012

Pidato Rizal Ramli pada Munas Parade Nusantara Tanggal 29 Mei 2012


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Pertama-tama, sebagai ummat beragama, marilah kita bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan banyak sekali karunia kepada kita semua. Dengan izin dan perkenanNya juga, kita bisa berkumpul di tempat ini untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Parade Nusantara yang kita cintai dan kita banggakan.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara saya merasa sangat bangga, bahwa ternyata organisasi yang dibangun betul-betul dari bawah sejak 11 tahun yang lalu, kini telah berkembang menjadi organisasi nasional yang besar dan disegani banyak kalangan. 11 tahun yang lalu pak Sudir mulai membangun jaringan Kepala Desa (Kades) di Pati, kemudian berkembang di seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur dan provinsi-provinsi lain. Parade Nusantara tidak dibentuk dengan instruksi dari atas. Parade Nusantara bukanlah organisasi jenggot yang hanya sibuk mencari cantolan ke atas. Parade Nusantara adalah organisasi yang benar-benar berakar dari rakyat desa, oleh rakyat desa dan untuk rakyat desa!
Hari ini Parade Nusantara adalah organisasi besar dengan lebih dari 90.000 anggota yang berasal di 71.000 desa di seleruh indonesa. Data yang ada menunjukkan 80% dari sekitar 237 juta rakyat Indonesia tinggal dan hidup di desa. Namun sayangnya nasib majoritas rakyat di desa-desa selama ini masih sangat memprihatinkan. Majoritas rakyat kita di desa-desa hidup bagaikan anak tiri Republik. Padahal, kebesaran dan kemajuan Indonesia hanya bisa terwujud jika dimulai dari peningkatan kemakmuran dan kemandirian desa-desa. Desa-desa di Indonesia yang makmur dan mandiri akan menjadi oase kemakmuran, kenyamanan dan kedamaian bangsa kita.
 Dari waktu ke waktu, perhatian dan keberpihakan kepada rakyat Indonesia sangat jauh dari memadai. APBN kita yang tahun ini mencapai Rp 1.400 triliun hanya mengalokasikan Rp 17 triliun untuk 71 ribu desa. Alokasi itu hanya sekitar 1,2% dari total anggaran, menunjukkan rendahnya perhatian dan prioritas yang diberikan kepada rakyat di pedesaan. Padahal rakyat desa merupakan mayoritas dari bangsa Indonesia.
Pada titik ini, sebagai organisasi yang beranggotakan Kepala Desa dan perangkat desa, serta berakar di masyarakat desa, Parade Nusantara harus sungguh-sungguh berjuang mati-matian untuk menggolkan RUU Desa menjadi UU agar supaya rakyat di pedesaan bisa mandiri dan sejahtera. Kita menuntut alokasi anggaran ke desa paling tidak mencapai 10% dari total anggaran. Dengan alokasi dana itu,  desa bisa membangun irigasi tersier, jalan dan jembatan desa, menyediakan sarana air bersih, membangun taman-taman desa, dsbnya.
Dengan  cita-cta dan tujuan yang sangat besar dan mulia tersebut, maka Parade Nusantara perlu melakukan konsolidasi organisasi, terutama menyangkut penguatan dan penyebaran nilai-nilai perjuangan, sistem dan penataan organisasi. Semuanya itu harus dilandasi oleh semangat  kebersamaan, semangat kesatuan dan persatuan. Konsolidasi tersebut harus dirumuskan dalam bentuk perbaikan AD-ART, penataan organisasi, dan penguatan kepengurusan dari tingkat nasional sampai desa-desa. Kita harus mengajak seluruh potensi desa, termasuk organiasi pemuda, petani, nelayan, dan PKK untuk terlibat secara aktif dalam Parade Nusantara.
Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya juga gembira sekali mendengar bahwa program komunikasi antar anggota Parade Nusantara yang dipelopori pak Sudir, dan difasilitasi oleh XL, telah diikuti 1.050.000 peserta. Dengan fasilitas ini, akan semakin mudah anggota  Parade Nusantara untuk menjalin komunikasi, konsolidasi dan mempererat silaturahmi.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya, saya meminta agar Parade Nusantara memiliki program yang benar-benar konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di desa. Dalam setahun yang akan dating, Parade Nusantara dapat membantu menyelesaikan masalah nasional yang kita hadapi, yaitu peningkatan produksi pangan. Parade Nusantara akan memulai proyek-proyek percontohan peningkatan produksi pangan di sejumlah desa di seluruh indonesia. Kita akan fokus pada empat jenis pangan utama: yaitu padi, singkong, ubi jalar dan kedelai. Parade Nusantara harus mampu membuktikan  bahwa produksi pangan bisa ditingkatkan. Dengan kerja keras dan kreativitas. kemakmuran rakyat kita bukanlah hanya impian.
Akhirnya saya ucapkan selamat Munas dan Rakernas. Semoga Munas dan Rakernas ini menghasilkan hal-hal yang bermanfaat untuk keberhasilan dan kejayaan organisasi yang kita cintai ini serta meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia.
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Jakarta, 29 Mei 2012
Ketua Dewan Pembina Parade Nusantara
Dr. Rizal Ramli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar